Artikel

LIMA PILAR UNTUK SEHAT

Oleh Yunus Husein

 

Kesehatan bukanlah segala-galanya, tetapi gangguan terhadap kesehatan akan mengganggu segala-galanya. Pada badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan pada jiwa yang sehat juga terdapat badan yang sehat. Demikianlah semboyan tentang betapa pentingnya kesehatan. Nikmat sehat dan waktu luang adalah nikmat yang luar biasa tetapi   seringkali diabaikan manusia. Untuk bisa tetap sehat harus tetap diupayakan dengan berbagai cara. Berdasarkan pengalaman saya menjalani kehidupan selama 61 tahun, saya melihat dan menggunakan  lima cara atau pilar dalam memelihara kesehatan, yaitu pilar, pribadi, pilar spiritual, pilar sosial, pilar suplemen dan pengobatan dan pilar lingkungan hidup yang sehat dan bersih. Beberapa pilar yang dibahas di sini banyak yang bermuatan syariat Islam karena memang saya beragama dan mempraktekkan syariat Islam. Dengan menerapkan lima pilar ini dalam usia  yang  sekarang sedah menginjak usia 61 tahun, saya merasakan cukup sehat dan dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan cukup baik.Mungkin ada juga cara lain untuk menjaga kesehatan. Kelima pilar itu adalah sbb.

  1. Pilar pribadi

Kesehatan dimulai dimulai  dari sikap pribadi yang bersyukur , sabar, berfikiran positif,optimis dan prasangka baik terhadap orang serta pemaaf. Orang yang sakit biasanya dimulai dengan fikiran yang kurang bersyukur, kurang sabar berfikiran negatif, pesimis, prasangka buruk dan pendendam (tidak mau memaafkan). Selain itu untuk tetap sehat haruslah dijaga keseimbangan antara tiga unsur makanan dengan olah raga dan istirahat yang cukup. Makanan yang dimakanpun harus halal, cukup, sehat dan tidak berlebihan. Istirahatlah dengan cukup dan berkualitas dengan disertai dengan doa, semoga kita dapat istirahat dengan mudah dan menyehatkan.Berdoa jugalah kepada Tuhan semoga dibangunkan pada waktu yang diinginkan untuk menunaikan ibadah solat tahajjud, subuh dll. Istirahat yang berkualitas terkait juga dengan tingkat stres karena adanya permasalahan yang dihadapi. Sikap positif dan optimis serta hubungan baik dengan semua orang akan membantu istirahat yang berkualitas. Olah raga yang memadai dan rutin merupakan yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan Untuk orang yang sudah berumur sebaiknya melakukan olah raga rutin yang tidak berat, tidak banyak beban, tidak banyak melompat-lompat dan tidak dengan gerakan yang berkecepatan tinggi.  Saya sendiri dua kali seminggu beroleh raga Taichie. Dua kali seminggu  jalan kaki pada akhir pekan hari sabtu atau minggu. Kalau perlu, sehabis makan malam yang agak berat diikuti dengan olah jalan kaki sekedarnya. Saya  juga saya berusaha untuk berpuasa, pada  hari Senin dan Kamis. Pernah juga mencoba puasa Nabi Daud, sehari puasa dan sehari tidak, ternyata hanya bertahan dua minggu saja. Ada baiknya juga untuk berpuasa pada yaumul bits, yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Hijriyah,  seperti yang diajarkan Rasulullah Rasulullah pernah bersabda shumu tasichu (puasalah kamu , maka engkau akan sehat).

  1. Pilar Spiritual

Pilar spiritual dimulai dengan memenuhi kewajiban setiap muslim (fardu ain) untuk   solat lima waktu di mesjid secara berjamaah. Solat wajib juga diikuti dengan solat sunnah rawatib yang menyertainya. Solat subuh berjamaah di mesjid yang disertai sedeqah  bukan saja  membuat badan lebih sehat secara fisik dan spiritual, tetapi juga membuka pintu rahmat, pintu rezeki, karena solat subuh disaksikan  oleh Malaikat yang sedang berganti shift yang selalu mendoakan manusia untuk kebaikan. Bukankah doa memasuki mesjid berbunyi “allahummaftah liy abwaba rahmatika” (Ya Allah bukalah pintu rahmatmu bagiku} dan doa keluar mesjid “Allahumma inni as’aluka min fadlika” (Ya Allah akan memohon diberikan banyak manfaat setelah kepulangan dari mesjid).` Sudah tentu doa para malaikat yang dekat dengan Allah sangat besar kemungkinan diijabah oleh Allah SWT. Menurut seorang dokter yang pernah berceramah di mesjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat,  udara pagi di waktu subuh adalah udara  yang berkualitas sangat baik (ozon)  membuat badan lebih sehat. Misalnya kalau hidung tersumbat  di pagi hari, kalau dibawa solat dimesjid insyaAllahh hilang dengan sendirinya karena terkena udara pagi yang sehat. Kualitas udara seperti ini tidak ada setelah terbitnya matahari.

Sebelum solat lakukanlah wudhu dengan baik dengan menggosok semua anggota tubuh yang terkena air wudhu. Pada waktu membersihkan hidung  hiruplah air  secukupnya lalu dikeluarkan lagi. Hal ini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit influenza. Gosokan pada anggota badan pada waktu berwudhu ini bagaikan refleksi yang mencegah dan menyembuhkan penyakit. Konon menurut sebuah buku tentang wudhu yang pernah saya baca ( saya lupa judul dan pengarangnya) pada zaman Nabi Muhammad masih hidup beliau pernah menerima bantuan beberapa dokter dari Raja Ethiopia Haille Selassie untuk menyehatkan orang Islam yang sakit.  Mereka pulang ke Ethiopia. Ternyata wudhu yang penuh dengan gosokan refleksi dan gerakan solat  banyak membantu mencegah dan menyembuhkan penyakit, sehingga ummat Islam menjadi sehat. Selain itu pada waktu solat seharusnya kita menghayati benar doa yang kita baca pada waktu duduk di antara dua sujud Wa Aafini (Ya Allah sehatkanlah aku).

Solat juga diyakini sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Hal ini pernah ditulis oleh dokter Achmad Saboe (sorang dokter dari Gorontalo ?) Sebelum tidur lakukan solat witir 3 rakaat seperti yang biasa dilakukan Rasulullah dan tidur tetap dalam kondisi berwudhu.  Lebih dalam lagi solat tahajjud juga diyakini dapat menambah kekebalan tubuh dan menghindari stroke. Dr Mohammad Soleh dalam dissertasinya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga membuktikan ,bahwa orang yang rutin solat tahajjud kekebalan tubuhnya lebih baik dari pada orang yang tidak solat tahajjud. Hal ini dibuktikan dengan memeriksa darah meraka yang solat dan tidak solat tahajjud. Saya seringkali bangun tengah malam untuk melakukan solat tahajjud dengan suara yang agak keras (zahar) sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah. Pada waktu dhuha (matahari setinggi sepenggalah) juga melakukan solat dhuha empat atau dua rakaat. Ibadah ini juga bisa dilakukan oleh Rasulullah.

Ibadah lain yang juga menyehatkan adalah membaca AlQuran secara zahar (bersuara agak keras) . Dengan  ini panca indera mata, telinga dan ucapan menjadi tetap terpelihara dengan baik. Seorang teman ayah saya yang bernama Habib Adnan pada waktu menjelang usia 96 tahun artikulasi, penglihatan dan pendengarannya masih normal tanpa menggunakan alat bantu. Pada waktu saya tanyakan apa rahasianya sehingga artikulasi, penglihatan dan pendengaran masih normal pada usianya yang senja, jawabannya dengan membaca Al Qur’an secara zahar.

 

  1. Pilar Sosial

Kesehatan juga memiliki aspek sosial. Orang yang sosial lebih sehat dari orang yang asosial, tidak banyak bersilaturahim dan tidak banyak membantu orang/bersedekah.Orang yang sosial akan saling mendoakan untuk kebaikan dan kesehatan. Orang asosial lebih cepat sakit jiwa dibandingkan dengan orang yang sosial. Dengan membantu dan bersedekah, orang yang kita bantu insyaAllah mendoakan kita untuk kesehatan dan kebaikan lainnya. World Health Organization (Organisasi Kesehatan Dunia) juga mendefinisikan sehat meliputi kesehatan sosial. Bukankh Rasulullah pernah bersabda dalam hadits shohih, bahwa silaturahim akan memperbanyak rezeki dan memperpanjang umur. Sebaliknya orang yang memutuskan silatirahim akan dikutuk Allah SWT.Kalau ada saudara atau teman yang sakit sedapat mungkin kita kunjungi untuk menghibur dan mendoakannya. Jangan sombong kalau teman kita sakit sementara kita tetap sehat. Kiita harus mendoaakan teman yang sakit dan juga berdoa agar kita tidak terkena penyakit tersebut. Kalau kita mengunjungi orang sakit sebagai salah satu kewajiban sesama ummat beragama , Allah dan si sakit akan mendoakan untuk kebaikan kita.

  1. Pilar Suplemen dan Pengobatan

Untuk memelihara kesehatan adakalanya diperlukan untuk menggunakan/memakan suplemen (pelengkap makanan),  terutama bagi orang tua, misalnya meminum supplemen Glukosamin untuk menjaga kesehatan persendian. Kalau sakit kita diwajibkan untuk berobat. Setiap penyakit pasti ada obatnya kecuali penyakit tua. Rasulullah bersabda, bahwa tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut. (Hadits Shohih riwayat Bukhari). Sudah tentu untuk memakan suplemen dan obat diperlukan konsultasi dengan dokter. Setiap hari saya meminum madu yang dicampur dengan minyak zaitun dan habbatusysyauda. Bukankah Rasulullah pernah menyebutkan dalam hadistsnya yang shaheh, bahwa habbatussyauda itu obat segala penyakit. Madu di dalam Al Quran  surat An-Nahl ayat 69 disebut sebagai obat. Dalam ayat tersebut dinyatakan, bahwa ..dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia…” Begitu juga dengan minyak zaitun diyakini dapat mengurangi kolesterol.

 

  1. Pilar Lingkungan yang bersih dan sehat

Hidup manusia didukung oleh lingkungan hidup dan lingkungan sosial yang  bersih dan sehat, oleh karena itu jagalah kebersihan lingkungan. Lingkungan yang kotor dan tidak sehat sudah tentu akan menimbulkan dan menularkan penyakit.  Untuk itu kita harus mengurangi polusi baik di darat, laut dan udara dengan cara jangan membuang sampah sembarangan. Sampah harus dikelola dengan baik. Kalau perlu didaur ulang. Rasulullah bersabda, bahwa kebersihan itu sebagian dari iman. Selain itu, ajaran Islam penuh dengan kebersihan seperti pada ajaran fiqih tentang istinja, berwudhu dan mandi, baik mandi sunnah maupun mandi wajib. Untuk itu kita harus sealu dukung upaya-upaya untuk mencegah dan memberantas perbuatan yang merusak lingkungan seperti pembalakan liar, pembakaran hutan dll.

Jakarta, 4 Januari 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *